Peran Aktif atasi Stunting di KSB, Amman Lagi Dapat Penghargaan

TaliwangNews – PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMMAN) meraih penghargaan Tribun Lombok Awards 2023 atas dedikasi dan kontribusi perusahaan dalam membantu Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menangani stunting.

Penghargaan ini diberikan untuk AMMAN yang dinilai cepat dan tanggap untuk berkontribusi dalam menangani stunting. Piagam penghargaan diserahkan oleh Direktur Pemberitaan Tribun Network Feby Mahendra Putra kepada Senior Manager Social Impact AMMAN Aji Suryanto.

Secara terpisah, Vice President Social Impact dan Policy & Permitting AMMAN, Priyo Pramono, mengucapkan apresiasi atas penghargaan yang diberikan kepada AMMAN.

“Penghargaan ini akan memacu kami untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan juga para pakar dalam mengatasi stunting, untuk membangun masa depan Indonesia, terutama Kabupaten Sumbawa Barat. Dengan intervensi sejak dini ini, AMMAN hendak mendukung ketersediaan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, produktif dan berdaya saing tinggi dalam beberapa dekade ke depan. Upaya ini merupakan salah satu fokus dari tanggung jawab sosial kami guna menciptakan warisan terbaik bagi generasi masa depan KSB,” jelas Priyo.

Direktur Program dan Advokasi Yayasan CARE Peduli (YCP), Budhi Bahroelim mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi kerja sama dengan AMMAN.

“Ini merupakan wujud nyata komitmen AMMAN sebagai perusahaan swasta yang mendukung pemerintah dalam upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB). Kami berharap kerja sama antara Pemerintah KSB, AMMAN dan YCP ini dapat memberikan dampak positif bagi anak-anak dan masyarakat di wilayah yang kami dampingi, dan secara langsung berkontribusi pada upaya percepatan penurunan angka prevalensi stunting di Indonesia.”katanya.

Di tahun 2022 lalu, AMMAN bersama Pemerintah KSB serta YCP telah meluncurkan program percepatan penanganan stunting di wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Melalui program bersama ini, AMMAN dan YCP akan melakukan berbagai intervensi dalam tiga bidang selama periode tiga tahun, yaitu perbaikan gizi dan kesehatan anak balita; perbaikan gizi dan kesehatan ibu hamil; serta penguatan kapasitas, suara dan kepemimpinan perempuan dalam keluarga dan masyarakat.

BACA JUGA :   Al- Ikhlas FC  KSB Menang 2-0, Dandim 1628/SB Beri Bonus Tunai

Sejak program diluncurkan, YCP segera membentuk tim pelaksana dan melakukan pelatihan peningkatan kapasitas tim pendamping keluarga (TPK) dan kader desa pada bulan November 2022 terkait isu yang berkaitan dengan penurunan stunting. Personel tersebut berperan untuk mendampingi keluarga dan anak stunting di tingkat desa, mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemenuhan kebutuhan gizi di 1000 hari pertama kehidupan (HPK), dan melakukan pemantauan serta evaluasi percepatan penurunan stunting di desa. Pelatihan ini telah dilakukan sebanyak 3 kali dengan total 267 peserta dari Kecamatan Jereweh, Maluk, Sekongkang, Taliwang, Brang Ene dan Brang Rea.

Personel yang telah dilatih kemudian mengaplikasikan keterampilannya pada kegiatan pemberian makanan tambahan (PMT) pemulihan, yang telah dimulai pada bulan Desember 2022, dengan tujuan meningkatkan status gizi anak dan ibu hamil kekurangan energi kronis (KEK).

Inisiatif ini berhasil menjangkau 203 anak yang teridentifikasi stunting serta 60 ibu hamil dengan kondisi KEK yang terdapat di 16 desa di Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang. Pelaksanaan PMT Pemulihan untuk anak stunting dilaksanakan selama 90 hari, sedangkan untuk ibu hamil KEK selama 30 hari.

Tidak hanya itu saja, dengan dukungan AMMAN, YCP juga berkontribusi dalam pembentukan tim Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) yang diwakili oleh TPK dan kader desa yang telah dilatih. Di sinilah makanan sehat yang memenuhi asupan gizi seimbang disiapkan dari bahan-bahan setempat dan didistribusikan sebagai makanan tambahan untuk pemulihan bagi anak stunting dan ibu hamil KEK.

Secara berkesinambungan, AMMAN juga mendukung Program Daerah Pemberdayaan Gotong Royong (PDPGR) yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), dimana para Agen Gotong Royong terlibat dalam melakukan program-program intervensi stunting. Revitalisasi 228 Posyandu Gotong Royong bersama Pemda juga dilakukan, dimana diharapkan Posyandu ini dapat mengoptimalisasi pelayanan publik sekaligus memenuhi hak-hak dasar masyarakat dalam hal kesehatan termasuk mengenai stunting.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *