oleh

Ketua DPC Hanura KSB, Kecam Pernyataan Menag RI Soal Pengaturan Pengeras Suara Adzan di Mesjid Yang Bikin Gaduh

TaliwangNews – Pernyataan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang mengeluarkan peraturan terkait pengeras suara untuk Adzan di mesjid dengan membandingkan contoh seperti jika hidup bertetangga dengan warga yang memelihara anjing terus mendapat kecaman publik.

Di Sumbawa Barat, Ketua DPC Hanura KSB, H. Zaidul Bahri, SH menyoroti tajam soal ini. Menurut H Deden sapaan akrabnya, pernyataan Menteri Agama ini melukai hati nurani mayoritas masyarakat muslim di Indonesia termasuk di KSB dan pernyataan ini juga bikin gaduh atau bikin keributan di masyarakat ditengah² kondisi masyarakat yang masih kesusahan.

” Pejabat Publik mestinya berhati-hati dalam mengeluarkan statemen. Pejabat publik juga harus beretika dan berempati dalam mengeluarkan pernyataan, jangan malah bikin kegaduhan,” tandas H Deden.

Pernyataan yang menerangkan terkait pengaturan suara adzan tersebut, mestinya tidak perlu dianalogikan dengan suara hewan yang diharamkan dikalangan kaum muslim. Kalau pejabat publik yang punya skill komunikasi yang baik dan bijak, mestinya cukup menganalogikan saja dengan suara hewan² lain sehingga masyarakat tidak resisten dengan pernyataan tersebut tegas H Deden. Jika seperti yang disampaikan oleh Menag RI di Pekanbaru sebagaimana viral di medsos, jelas itu sebuah pernyataan yang konyol apalagi keluar dari mulut seorang Menteri.

” Kalau mau buat pernyataan, jangan dibumbu-bumbui. Apalagi soal Adzan ini jelas² merupakan panggilan suci ummat muslim untuk melaksanakan perintah sholat,”imbuh H Deden.

Presiden Jokowi dikatakan H Deden, mesti serius memperhatikan persoalan komunikasi pejabat publiknya. Sebaiknya semua pejabat publik dinegeri ini diberikan skil pelatihan cara berkomunikasi yang baik terutama jika berhadapan dengan awak media dalam memberikan keterangan pers maupun pernyataan lainnya.

Kegaduhan seperti ini menurut H Deden sudah sangat sering sekali terjadi, apalagi menyentil dan menyudutkan ummat Islam yang mayoritas.

BACA JUGA :   Hampir Seluruh Desa Relawan Nur Yasin - Sumardan Terbentuk

“Masyarakat sudah sangat capai menyaksikan kegaduhan demi kegaduhan yang terjadi selama ini. Energi kita habis soal begini. Entah ini disengaja bikin gaduh atau bagaimana, wallahualam,” demikian ujar H Deden.(K2)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *