oleh

Amman Mineral Realisasikan CSR Rp.71 Milyar Tahun 2022, Boy Burhanuddin : “Indah Kabar dari Rupa”

Sumbawa Barat – Perusahaan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara dilaporkan dalam tahun 2022 telah merealisasikan anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial sebesar 4.78 Juta US dollar atau sekitar Rp. 71 Milyar.

Nilai tersebut seperti disampaikan Ahmad Salim Manager Eksternal Relation Amman Mineral dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dihadapan Komisi II DPRD Sumbawa Barat bersama sejumlah LSM dan komponen masyarakat KSB lainnya, Jum’at (7/10/22).

Melihat nilai realisasi CSR tersebut hingga bulan Oktober ini, nampaknya baru setengah dari nilai CSR yang telah dituangkan dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) Amman Mineral, dimana Ahmad Salim bilang untuk CSR Amman Mineral tahun 2022 sebesar 8.45 Juta US dollar atau sekitar Rp. 123 Milyar.

Kemudian di tahun sebelumnya, untuk tahun 2020 jumlah CSR Amman Mineral 5,68 Juta US dollar dengan realisasi  2,11 Juta US dollar, sedangkan di tahun lalu 2021 CSR Amman Mineral sebesar 7, 53 Juta US dollar dengan realisasi  2,13 Juta US dollar.

CSR Amman Mineral belakangan menjadi salah satu poin yang menjadi sorotan tajam publik Sumbawa Barat, bahkan sejak perusahaan ini mengakuisisi operator tambang Batu Hijau yang sebelumnya dikuasai Newmont tersebut, dirasakan tidak berefek positif dan terkesan realisasinya pun tidak diketahui.

Ahmad Salim dalam sesi dialog saat RDPU pun, enggan memberikan keterangan detail terkait alokasi dana CSR Amman Mineral selama ini, Ahmad Salim bilang tidak bisa memberikan data realisasi secara detail kemana saja CSR diberikan, kelompoknya serta sasaran lain.

Ketua Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Bengkas Maluk Nusantara, Burhanuddin kemudian menyoroti tajam arah CSR Amman Mineral, menurutnya semua yang disampaikan Amman Mineral selama ini indah kabar dari rupa.Boy Teta yang akrabnya disapa itu kemudian meminta Managemen Amman Mineral memiliki keberpihakan moral yang tinggi terhadap rakyat Sumbawa Barat.

BACA JUGA :   Pekerja Pers Dituntut Jalankan Fungsinya dengan Baik

“ Amanat UU itu jelas, bumi air dan kekayaan alam di dalamnya sudah sepatutnya membawa kesejahteraan bagi rakyat,  selama ini rakyat KSB merasakan sulit mengakses CSR bahkan kemana harus mengadu tidak jelas,”ketus Boy Teta.

Boy Teta Ketua Bengkas Maluk Nusantara

Boy Teta kemudian kembali menegaskan dan menggugah kesadaran pihak perusahaan bahwa fakta hari ini, dimana mana rakyat sulit.

“ Usaha mati, BBM naik, pengangguran tinggi. Eks karyawan masuk alert list. Begitu juga pengusaha lokal ada yang di black list. Saya mengerti program sosial Impack, itu tidak dilaksanakan sama sekali,”tandas Boy Teta.

Aliansi Masyarakat Anti Mafia Tambang (Amanat) melalui Ketuanya Muh Ery Satriawan, SH, MH, CPCLE dalam RDPU kemarin menyampaikan, aturan main menjelaskan secara gamblang bahwa CSR di lingkungan perusahaan tambang harus terbuka, dibahas berjenjang melalui blue print yang disetujui serta ditetapkan Gubernur.

“Anehnya, kenapa perusahaan malah menghibahkan Milyaran dana CSR justru melalui Pemda KSB, ada apa?,” tanya Erry.

Tak hanya LSM, sejumlah wartawan juga sebelumnya melakukan investigasi soal realisasi dana CSR khusus bagi masyarakat di lingkar tambang, dalam investigasi yang kemudian diangkat sejumlah media belum lama ini diduga realisasi CSR kepada kelompok masyarakat yang diklaim perusahaan dalam rangka meningkatkan ekonomi setempat, ditemukan tidak sesuai seperti dilaporkan perusahaan selama ini.

KMC Media Group sejak beberapa tahun terakhir intens menyoroti soal CSR Amman Mineral, dalam wawancara sebelumnya terhadap salah satu oknum petinggi Amman Mineral saat itu justru terkait soal CSR tersebut malah disuruh tanya balik ke Bupati KSB.

Menariknya, selang beberapa waktu salah satu petinggi Amman Mineral yang dimaksud justru berhenti sebagai salah satu staf Managemen perusahaan, padahal sebelumnya ditenggarai akan ada banyak program khususnya program eksternal yang akan digarap.

BACA JUGA :   WP Asal Seteluk Tengah Diringkus Sat Narkoba Polres KSB

Keluar masuknya staf Managemen Amman Mineral terutama diposisi strategis yang berhubungan dengan kemasyarakatan dan aktivitas sosial eksternal juga menjadi sorotan beberapa elemen di KSB sebagai bagian dari akal-akalan perusahaan untuk meminimalisir anggaran perusahaan.

Muchlisin salah satu aktivis muda asal Jereweh Sumbawa Barat sangat memahami soal ini, dalam aksinya beberapa hari lalu disekitar gate Amman Mineral di Benete Maluk, menuding ini bentuk dari ketidakbecusan serta keberpihakan elit Managemen perusahaan dalam mengangkat sumber daya lokal Sumbawa Barat.

“ Semua ini bentuk dari tidak adanya komitmen Elit Managemen Amman Mineral selama ini terhadap sumber daya lokal Sumbawa Barat, karena itu kami mendesak baiknya elit Managemen Amman Mineral yang ada baiknya diganti saja,”tandasnya.(T1)

 

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *