oleh

Amman Mineral dan PT PIL Tak Ada Alasan Tolak Material Tambang Bebatuan Lokal

Sumbawa Barat –Bupati Sumbawa Barat Dr. H. W Musyafirin,MM menyampaikan agar Sumber Daya dan potensi lokal yang ada di Sumbawa Barat dapat dimaksimalkan dalam pembangunan Smelter di Sumbawa Barat.

Seperti penggunaan material hasil tambang non logam dan bebatuan yang ada di Sumbawa Barat, diharapkan Bupati semuanya sedapat mungkin berasal dari Sumbawa Barat untuk digunakan oleh Perusahaan Amman Mineral Industri (AMIN) dan PT Pengembangan Industri Logam (PT PIL) selaku perusahaan yang akan membangun Smelter.

Dinas Energi Sumber Daya Mineral (DESDM) Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengapresiasi apa yang menjadi harapan Bupati untuk kemajuan Industri di Sumbawa Barat.

DESDM NTB melalui Kabid Minerba, Trisman, S.T,.MP menyampaikan pihaknya bahkan secara khusus telah menyampaikan soal ini kepada Amman Mineral.

“ Maksud pak Bupati agar dunia investasi dan Industri lokal dapat bergerak seiring adanya proyek strategis nasional di KSB, tentu ini kami sangat apresiasi dan sangat mendukung,”tandas Trisman, kepada KMC Media Group, Rabu (27/7/22) seusai sosialisasi tekhnis  perizinan dan kewajiban pembayaran pajak mineral bukan logam dan batuan untuk proyek strategis Nasional dan mitra Pemerintah, di Aula Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumbawa Barat.

Ia kemudian menyampaikan tidak ada alasan bagi AMIN dan PT PIL untuk tidak memberdayakan perusahaan lokal yang bergerak di pertambangan non logam dan bebatuan, asal memenuhi empat hal yakni keberlangsungan produksi, kwalitas material, harga dan kelengkapan perizinan.

“ Jika empat hal ini dilengkapi perusahaan lokal, maka tidak ada alasan bagi Amin dan PT Pil tidak berikan kesempatan perusahaan lokal, kalau tidak juga dapat pekerjaan nanti perusahaan bisa lapor ke kami,”tegasnya.

Pihak DESDM NTB dikatakan Trisman, siap membantu dan dalam waktu dekat akan melakukan pembinaan terhadap perusahaan tambang non logam dan bebatuan yang ada di KSB, agar dapat memenuhi persyaratan terutama soal perizinan yang menjadi dasar penting bagi perusahaan yang ada untuk melakukan aktivitasnya.

BACA JUGA :   Rawa Terate Rutin Banjir, Anies Bakal Cek Pabrik Sekitar

Menyinggung soal kwalitas material dan berapa banyak kebutuhan Amin dan PT Pil menurut Trisman secara tekhnis ada di perusahaan tersebut, untuk potensi material lokal KSB apakah dapat memenuhi standar kwalitas yang diharapkan termasuk ketersediaanya,  menurut Trisman potensi material lokal KSB ada banyak akan tetapi perlu adanya uji material di laboratorium sesuai standar yang dibutuhkan Amin dan PT PIl, dan Kementerian ESDM, pemprov NTB serta Pemkab Sumbawa Barat akan melakukan pengawasan soal ini.

Sementara itu terpisah, disinggung soal kebutuhan material untuk kontruksi Smelter, baik pihak AMIN melalui Fitrajaya maupun PT PIL rekananan AMIN untuk kontruksi melalui managernya Muhammad Rizal, sama-sama mengaku belum tahu persis berapa banyak kebutuhan, keduanya mengaku baru bergabung di perusahaanya masing-masing dan masih melakukan pendalaman tekhnis. (T1)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *